Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence atau AI

Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence atau AI

Mengenal Apa Itu Artificial Intellegince atau AI
Mengenal Apa Itu Artificial Intellegince atau AI
Teknologi AI sedang hangat dan ramai diperbincangankan dalam diskusi teknologi di berbagai belahan dunia pada saat ini. Menurut pendapat beberapa orang, banyak pekerjaan sehari-hari seperti kasir, operator telepon, teller bank, supir, dan lainnya berpotensi tergantikan oleh Kecerdasan buatan atau AI dimasa depan. Pekerjaan manusia yang berpotensi tergantikan oleh robot dengan kecerdasan di masa depan memang terlihat menyeramkan. Tetapi beberapa orang berpendapat bahwa kecerdasan buatan AI juga akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan jangka panjang di masa depan, terutama di benua Asia di mana banyak bakat-bakat muda yang menjanjikan dan potensial.

Apa itu Artificial Intelligence ?

Kecerdasan buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang menekankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan bereaksi mirip seperti manusia. Beberapa aktivitas komputer dengan kecerdasan buatan dirancang yang mencakup:
  • Pengenalan suara
  • Belajar
  • Perencanaan
  • Penyelesaian masalah
  • Pengetahuan
  • Pemikiran
  • Persepsi
Kemampuan untuk memanipulasi dan memindahkan objek serta rekayasa pengetahuan adalah bagian inti dari penelitian AI. Mesin sering dapat bertindak dan bereaksi seperti manusia hanya jika mereka memiliki banyak informasi yang berkaitan dengan dunia. Kecerdasan buatan harus memiliki akses ke objek, kategori, properti dan hubungan antara semuanya untuk menerapkan rekayasa pengetahuan.

Sejarah Perkembangan Artificial Intelligence (AI)

Sejarah Artificial Intelligence cukup menarik dan dimulai sekitar 100 tahun yang lalu.
Sejarah Perkembangan AI-nyemplung.com
Sejarah Perkembangan AI

Era komputer elektronik (1941)

Ditemukannya pertama kali alat penyimpanan dan pemrosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke AI.

Masa persiapan AI (1943-1956)

Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model saraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel saraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.
Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah thermostat.
Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata, jaringan saraf, dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan di Universitas Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai father of Artificial Intelligence/ Bapak Kecerdasan Buatan.

Awal perkembangan (1952-1969)

Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan programs with common sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Program komputer General Problem Solver berhasil dibuat oleh Herbert A. Simon, J.C. Shaw, dan Allen Newell. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun yg sama Nathaniel Rochester dari IBM dan para mahasiswanya merilis program AI yaitu geometry theorem prover. Program ini dapat mebuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada.
Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.
Pada tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada pada tes IQ.

Perkembangan AI melambat (1966-1974)

Perkembangan AI melambat disebabkan adanya beberapa kesulitan yang di hadapi seperti  Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya, banyak terjadi kegagalan pada pembuatan program AI, terdapat beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.

Sistem berbasis pengetahuan (1969-1979)

Pada tahun 1960an, Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan, dan Joshua Lederberg merintis proyek DENDRAL yaitu program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa. Dari segi diagnosa medis juga sudah ada yang menemukan sistem berbasis Ilmu pengetahuan, yaitu Saul Amarel dalam proyek computer ini biomedicine. Proyek ini diawali dari keinginan untuk mendapatkan diagnosa penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.

AI menjadi sebuah industry (1980-1988)

Industralisasi AI diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Pada tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun.
Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di USA mempunyai divisi Ai sendiri yang menggunakan ataupun mempelajari sistem pakar. Booming industry Ai juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Carnegie Group, Inference, IntelliCorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. Perusahaan hardware seperti LISP Machines Inc., Texas Instruments, Symbolics, dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan program LISP. Sehingga, perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya menghasilkan beberapa juta US dollar per tahun meningkat menjadi 2 milyar US dollar per tahun pada tahun 1988.


Kembalinya jaringan saraf tiruan (1986 – sekarang)

Meskipun bidang ilmu komputer menolak jaringan saraf tiruan setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan algoritma Back-Propagation. Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu bidang komputer dan psikologi.

Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence

Kelebihan Artificial Intelligence :
  • Bersifat permanen, tidak berubah atau tidak tergantung pada suatu sistem komputer dan program
  • Dapat menyimpan berbagai informasi atau data tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
  • Cepat dan akurat dalam mengerjakan suatu pekerjaan sesuai dengan bidang dari kecerdasan buatan tersebut  (dalam sistem kerjanya)
  • Kemampuan memecahkan masalah yang kompleks dalam waktu yang singkat
  • Bisa  menduplikasi dan mentransper suatu kemampuan dengan mudah dari satu komputer ke komputer lain
  • Penggunaan AI tanpa adanya batas waktu dikarenakan AI tidak mengenal rasa lelah dan bosan
Kekurangan Artificial Intelligence :
  • Kecerdasan yang ada pada Artificial Intelligence tergantung  informasi dan data yang di input 
  • Tidak memiliki Common Sense. Common Sense adalah kemampuan yang tidak hanya sekedar memproses sebuah informasi dan data, melainkan mengerti akan isi informasi dan data tersebut
  • Tidak memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuan, pengembangan pengetahuan pada Artificial Intelligence tergantung pada sistem yang dibangun.
  • Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan Artificial Intelligence. Artificial Intelligence unggul dalam hal waktu tunda propagasi yang mana AI lebih unggul dari manusia dalam hal perhitungan numerik. namun tetap saja kecerdasan manusia tidak dapat tergantikan oleh kecerdasan buatan, karena kecerdasan buatan itu sendiri dibuat oleh kecerdasan manusia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence atau AI"

Post a Comment