Apa Itu Saham? Apa Saja Jenis-Jenis Saham? Apa Keuntungan Dari Saham

Apa Itu Saham? Apa Saja Jenis-Jenis Saham? Apa Keuntungan Dari Saham

Mengenal Apa Itu Saham
Mungkin masih banyak orang awal yang bertanya apa itu saham? dan banyak juga yang menggangap saham itu hanya untuk orang yang mempunya duit banyak. Tetapi kenyataannya kita dapat membeli saham dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau, yaitu mulai dari Rp. 50.000,00 saja dan bahkan ada yang kurang dari itu.

Masih banyak orang yang bingung tentang pengertian saham itu sendiri dan jenis-jenis saham dan sekilas orang beranggapan saham itu bisa memberi keuntungan berlipat-lipa terus menerus tetapi faktanya sebaliknya  yaitu saham juga bisa memberikan kerugian yang besar jika kita salah membeli saham.

Apa Itu Saham?

Apa Itu Saham?
Menurut pengertian saya sendiri saham adalah surat berharga atau bukti yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan karena telah menanamkan modal dalam jumlah tertentu pada perusahaan tersebut. 

Dan menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) " Saham itu tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Karena ikut tanamkan modal maka punya klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ."

Jika anda membeli saham berarti anda memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut sesuai dengan jumla saham yang anda beli dan anda berhak mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen, setiap akhir tahun pada periode pembukuan perusahaan tersebut.

Itu sebabnya saham dikategorikan sebagai salah satu surat berharga karena saham menjadi bukti sah dalam kepemilikan atas sebuah perusahaan.

Apa Saja Jenis-Jenis Saham?

Jenis-Jenis Saham
1. Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
  • Saham Biasa (Common Stocks) Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
  • Saham Preferen (Preferred Stocks) Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa. Beberapa investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Secara umum, karakteristik saham preferen sama halnya dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen. Pemegang saham ini juga bisa melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak diminati investor.
2. Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks). Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Saham Atas Nama (Registered Stocks). Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.
3. Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
  • Blue Chip Stocks. Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
  • Income Stocks. Saham jenis ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
  • Growth Stocks 
  1. (Well-Known). Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
  2. (Lesser-Known) Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
  • Speculative Stocks. Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
  • Counter Cyclical Stocks. Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
4. Jenis Saham Terbaru di Bursa Efek Indonesia

TF (Exchange Trade Fund) yang merupakan gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI). Bagi investor yang terbiasa bermain di bursa efek, sistem layanan satu pintu dalam transaksi ETF tentu sangat memudahkan.

ETF dibagi 2, yaitu ETF index dan Close and ETFs. Pada ETF index, investor bisa mengalokasikan dananya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama. Sedangkan pada Close and ETFs, Saham jenis ini diperdagangkan di bursa efek dalam bentuk investasi tertutup dan dikelola secara aktif.


Apa Keuntungan Dari Saham?

Apa Keuntungan Dari Saham?

1. Capital gain

Keuntungannya didapat dari pertumbuhan nilai aset dan modal. Bingung? Begini, anggap saja saham itu seperti sertfikat tanah dan tanah itu adalah perusahaan. Kemudian tanah itu harganya naik dan Anda menjualnya. Nah selisih harga beli tanah dan harga jualnya itu yang disebut capital gain. Selisih itulah yang disebut keuntungan capital gain.

2. Deviden

Deviden adalah laba yang diperoleh dari kinerja perusahaan. Kembali ke analogi tanah tadi. Misalnya tanah itu dijadikan lokasi parkir maka pemasukan dari sewa parkir itu sebagian masuk ke pemilik tanah. Biasanya pemilik saham lebih suka mencari keuntungan capital gain karena sifatnya lebih cepat. Beli di saat harga murah dan jual di saat harga tinggi. Beda dengan deviden yang nilainya lebih kecil karena tergantung dari kinerja perusahaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu Saham? Apa Saja Jenis-Jenis Saham? Apa Keuntungan Dari Saham"

Post a Comment